Masjid Al-Hilal Katangka
MASJID ini bernama Masjid Al-Hilal, satu dari sekian banyak jejak penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Kesultanan Gowa. Kendati telah berusia empat abad, masjid ini masih kokoh berdiri. Masjid Al Hilal terletak di Jl Syeh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jarak lokasi sekitar 10 kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).
Masjid Al Hilal lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka karena lokasinya yang berada di Katangka. Hilal (dalam sistem lunar penanggalan Arab) berarti bulan muda di ufuk timur yang menandai datangnya hari baru. Masjid Al Hilal berarti masjid yang menengarai datangnya masa baru. Luasnya 174,24 meter persegi. Pada zamannya, masjid ini termasuk besar, mewah, dan dianggap penting karena konstruksinya terbuat dari batu bata. Hanya bangunan penting yang dibuat dari batu bata saat itu, seperti istana dan benteng.
Fungsi utamanya tentu sebagai tempat ibadah. Setiap datang waktu salat, masjid ini ramai dipenuhi jamaah. Ada beberapa makam di halaman masjid. Itu adalah makam para pemuka agama dan kerabat pendiri masjid. Khusus makam para pendiri masjid memiliki atap di atasnya berbentuk kubah. Salah satu yang mencirikan masjid ini merupakan bangunan kuno adalah dindingnya. Dinding yang terbuat dari batu bata itu cukup tebal, mencapai 120 sentimeter (cm). Ada perpaduan unik dari dua kebudayaan pada masjid ini, arsitekturnya memperlihatkan nuansa Jawa dan Cina.
Struktur atapnya mirip bangunan joglo. Memiliki empat tiang penyangga yang dalam arsitektur Jawa disebut soko guru. Hanya saja terbuat dari susunan batu, bukan kayu. Terdapat dua lapis atap. Atap bagian atas berbentuk segi tiga piramida dengan bahan dari genting. Masjid ini juga memiliki serambi sebagaimana umumnya masjid di Jawa. Pengaruh kebudayaan Cina terlihat pada atap mimbar yang mirip bentuk atap klenteng. Di sekitar mimbar juga masih terpasang keramik dari Cina yang konon dibawa oleh salah satu arsiteknya yang berasal dari sana.
Masjid Al Hilal Katangka mudah diakses, dengan angkutan kota, taksi, maupun fasilitas pengantaran hotel. Jika menggunakan angkutan kota, naik dari Lapangan Karebosi jurusan Sungguminasa. Turun di batas kota Makassar-Gowa, lalu sambung angkutan kota ke arah Jl Syeh Yusuf. (nur)
MASJID ini bernama Masjid Al-Hilal, satu dari sekian banyak jejak penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Kesultanan Gowa. Kendati telah berusia empat abad, masjid ini masih kokoh berdiri. Masjid Al Hilal terletak di Jl Syeh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jarak lokasi sekitar 10 kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).
Masjid Al Hilal lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka karena lokasinya yang berada di Katangka. Hilal (dalam sistem lunar penanggalan Arab) berarti bulan muda di ufuk timur yang menandai datangnya hari baru. Masjid Al Hilal berarti masjid yang menengarai datangnya masa baru. Luasnya 174,24 meter persegi. Pada zamannya, masjid ini termasuk besar, mewah, dan dianggap penting karena konstruksinya terbuat dari batu bata. Hanya bangunan penting yang dibuat dari batu bata saat itu, seperti istana dan benteng.
Fungsi utamanya tentu sebagai tempat ibadah. Setiap datang waktu salat, masjid ini ramai dipenuhi jamaah. Ada beberapa makam di halaman masjid. Itu adalah makam para pemuka agama dan kerabat pendiri masjid. Khusus makam para pendiri masjid memiliki atap di atasnya berbentuk kubah. Salah satu yang mencirikan masjid ini merupakan bangunan kuno adalah dindingnya. Dinding yang terbuat dari batu bata itu cukup tebal, mencapai 120 sentimeter (cm). Ada perpaduan unik dari dua kebudayaan pada masjid ini, arsitekturnya memperlihatkan nuansa Jawa dan Cina.
Struktur atapnya mirip bangunan joglo. Memiliki empat tiang penyangga yang dalam arsitektur Jawa disebut soko guru. Hanya saja terbuat dari susunan batu, bukan kayu. Terdapat dua lapis atap. Atap bagian atas berbentuk segi tiga piramida dengan bahan dari genting. Masjid ini juga memiliki serambi sebagaimana umumnya masjid di Jawa. Pengaruh kebudayaan Cina terlihat pada atap mimbar yang mirip bentuk atap klenteng. Di sekitar mimbar juga masih terpasang keramik dari Cina yang konon dibawa oleh salah satu arsiteknya yang berasal dari sana.
Masjid Al Hilal Katangka mudah diakses, dengan angkutan kota, taksi, maupun fasilitas pengantaran hotel. Jika menggunakan angkutan kota, naik dari Lapangan Karebosi jurusan Sungguminasa. Turun di batas kota Makassar-Gowa, lalu sambung angkutan kota ke arah Jl Syeh Yusuf. (nur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar