Jumat, 08 Juni 2012

Cara mengerem dengan ABS



Anti Lock Brake System atau ABS sudah dikenal di Indonesia sejak tahun 1990-an. Jika dulu sistem ini hanya digunakan oleh mobil-mobil premium, belakangan ini sudah hampir semua mobil kelas menengah menerapkan sistim ini. Sayang banyak pemilik mobil yang menganggap bahwa mobil yang telah dilengkapi ABS memiliki jarak pengereman lebih dekat, sehingga pengemudi terlena dan enggan menginjak pedal rem lebih keras. Selain itu, getaran di pedal rem saat ABS bekerja kerap membuat kaget sehingga pengemudi langsung mengangkat kaki dari pedal rem. Hal ini jelas berbahaya, karena rem menjadi tidak bekerja sama sekali.

Pertama-tama kita harus tahu prinsip kerja ABS. Teknologi ini bekerja berdasarkan kemampuan traksi ban. Saat pengereman darurat, sensor di roda mendeteksi sesaat ban mulai terkunci. Kemudian secara otomatis, komputer memerintahkan piston di kaliper rem untuk melepaskan tekanannya agar ban berputar. Sesaat setelah melepas tekanan, rem bekerja kembali. Proses ini berlangsung sangat cepat dan hal inilah yang membuat getaran di pedal rem.

ABS tidak memperpendek jarak pengereman, namun membuat mobil tetap dapat dikendalikan saat pengereman keras, karena ban masih memperoleh traksi, sehingga pengemudi dapat mengarahkan kendaraan ke posisi aman. Rem dengan ABS tidak efektif saat di jalan tanah atau gravel. Kerikil akan membuat sensor ABS mendeteksi ban tidak mendapat traksi sehingga piston di kaliper akan melepas tekanan lebih cepat.

Selasa, 20 Maret 2012

Lima Kalimat Yang Harus Dihindari

M Nasrun Nur

Ketika pasangan suami istri bertengkar, maka segala caci maki bisa keluar. Saat itu, sifat asli dan sifat jelek masing-masing dari pasangan tampak secara nyata. Hal ini tentunya tidak sehat untuk satu pernikahan. Tapi ini adalah konflik dalam pernikahan. Berikut ini ada beberapa kalimat yang membuat pasangan menikah mengalami pertengkaran hebat, yang dikutip dari boldsky:

"Kamu hidup dari uang saya"
Dulu mungkin pria memang satu-satunya pemegang kendali keuangan karena pencari nafkah. Tapi di jaman sekarang ini, pria dan wanita sama-sama mencari nafkah dan tidak jarang kondisi ini menimbulkan pertengkaran hebat bila keduanya tidak bisa membahas soal keuangan mereka dengan baik.

"Ibumu ingin menyingkirkan saya"
Meskipun pernyataan ini umumnya disampaikan perempuan, tapi pria juga sangat sensitif urusan yang satu ini. Umumnya, setiap orang berusaha untuk dekat dan menempatkan diri dengan mertua mereka. Tapi ketika usaha itu sudah dilakukan tapi tidak berhasil juga, maka perasaan tidak diterima tetap ada.

"Kamu tidak cocok menjadi orangtua "
Jika dalam keseharian Anda dan pasangan tidak bisa saling menekan keegoisan dan selalu bertengkar, bahkan menuduh bahwa dia tidak cocok menjadi orangtua, itu adalah kesalahan yang sangat fatal. Karena ketika Anda bicara seperrti itu, maka Anda juga dianggap tidak layak menjadi orangtua.

"Kau beruntung menikah dengan aku"
Kadang ketika persoalan muncul, kerap keluar kalimat yang tidak perlu. Pernikahan adalah apa yang ingin Anda lakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Jadi, bukan hal bijaksana jika salah satu di antara Anda merasa paling baik daripada pasangan Anda.

"Katakan sekali lagi dan aku akan meninggalkanmu"
Anda bisa saja mengulang kata-kata tersebut sebanyak yang Anda mau, tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Semua akan disesali ketika salah satu dari Anda benar-benar melakukan hal tersebut. (*)

Senin, 12 Maret 2012

Filosofi Lima Jari


M NASRUN NUR

Ibu Jari (jari pertama) menggambarkan kedua orangtua. Telunjuk (jari kedua) menggambarkan saudara kandung. Jari tengah (jari ketiga) menggambarkan diri kita sendiri. Jari manis (jari keempat) menggambarkan pasangan hidup kita. Dan kelingking (jari kelima) merepresentasikan anak-anak kita.

Sekarang, pertemukan kedua tangan kita satu sama lain dengan pasangan jarinya: ibu jari ketemu ibu jari, telunjuk ketemu telunjuk, dan seterusnya. Tapi, untuk jari tengah, pertemukan dengan cara berpunggung-punggungan.

Sekarang jika memisahkan kedua ibu jari yang menggambarkan kedua orangtua kita, kita mudah melakukannya. Filosofinya adalah orangtua kita tidak akan hidup dengan kita selama-lamanya. Begitupun saat mencoba memisahkan telunjuk, kita bisa melakukannya.

Artinya saudara-saudara kita pun akan berpisah karena mereka akan memiliki keluarga atau hidup masing-masing. Lalu kelingking pun sama. Kita bisa memisahkannya. Artinya anak-anak suatu saat kelak akan memisahkan diri dari kita karena tumbuh dewasa dan berkeluarga.

Akhirnya, coba pisahkan jari manis yang saling bertautan itu. Coba sekali lagi. Ternyata itu tak bisa kita lakukan. Sekuat apa pun kita melakukannya keduanya tetap bersatu.Seperti itulah pasangan hidup kita yang selalu bersama dalam suka dan duka, dalam keadaan kaya atau miskin, sehat atau sakit. Hanya kematian yang bisa memisahkan kita.

Itulah kenapa cincin kawin dipasang di jari manis sebagai penghargaan pada pasangan hidup kita yang akan mendampingi kita selama-lamanya. (*)

Rabu, 22 Februari 2012

Candi Borobudur

Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Naskah: Yunanto Wiji Utomo

SIAPA tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. 

Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. 

Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa. Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. 

Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali. (nur)

Masjid Tertua di Makassar

Masjid Al-Hilal Katangka

MASJID ini bernama Masjid Al-Hilal, satu dari sekian banyak jejak penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Kesultanan Gowa. Kendati telah berusia empat abad, masjid ini masih kokoh berdiri. Masjid Al Hilal terletak di Jl Syeh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jarak lokasi sekitar 10 kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

Masjid Al Hilal lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka karena lokasinya yang berada di Katangka. Hilal (dalam sistem lunar penanggalan Arab) berarti bulan muda di ufuk timur yang menandai datangnya hari baru. Masjid Al Hilal berarti masjid yang menengarai datangnya masa baru. Luasnya 174,24 meter persegi. Pada zamannya, masjid ini termasuk besar, mewah, dan dianggap penting karena konstruksinya terbuat dari batu bata. Hanya bangunan penting yang dibuat dari batu bata saat itu, seperti istana dan benteng.

Fungsi utamanya tentu sebagai tempat ibadah. Setiap datang waktu salat, masjid ini ramai dipenuhi jamaah. Ada beberapa makam di halaman masjid. Itu adalah makam para pemuka agama dan kerabat pendiri masjid. Khusus makam para pendiri masjid memiliki atap di atasnya berbentuk kubah. Salah satu yang mencirikan masjid ini merupakan bangunan kuno adalah dindingnya. Dinding yang terbuat dari batu bata itu cukup tebal, mencapai 120 sentimeter (cm). Ada perpaduan unik dari dua kebudayaan pada masjid ini, arsitekturnya memperlihatkan nuansa Jawa dan Cina.

Struktur atapnya mirip bangunan joglo. Memiliki empat tiang penyangga yang dalam arsitektur Jawa disebut soko guru. Hanya saja terbuat dari susunan batu, bukan kayu. Terdapat dua lapis atap. Atap bagian atas berbentuk segi tiga piramida dengan bahan dari genting. Masjid ini juga memiliki serambi sebagaimana umumnya masjid di Jawa. Pengaruh kebudayaan Cina terlihat pada atap mimbar yang mirip bentuk atap klenteng. Di sekitar mimbar juga masih terpasang keramik dari Cina yang konon dibawa oleh salah satu arsiteknya yang berasal dari sana.

Masjid Al Hilal Katangka mudah diakses, dengan angkutan kota, taksi, maupun fasilitas pengantaran hotel. Jika menggunakan angkutan kota, naik dari Lapangan Karebosi jurusan Sungguminasa. Turun di batas kota Makassar-Gowa, lalu sambung angkutan kota ke arah Jl Syeh Yusuf. (nur)